KB dan MB, Mana yang Lebih Besar? 1 MB Berapa KB dan Cara Pas Ukuran Unggah
MB lebih besar: 1 MB sama dengan 1.000 KB. Kenapa angka di HP dan laptop berbeda, berapa ukuran wajar untuk pas foto, KTP, ijazah, dan CV, serta cara menurunkan ukuran berkas agar lolos batas unggah.

MB lebih besar daripada KB. Satu MB sama dengan 1.000 KB dalam satuan desimal yang dipakai hampir semua situs dan penyedia layanan, jadi berkas 200 KB itu hanya seperlima dari 1 MB. Pertanyaannya memang sepele, tetapi yang biasanya sedang Anda hadapi bukan soal satuan: ada kotak unggah yang menolak berkas Anda, dan Anda perlu menurunkan ukurannya tanpa membuat dokumen jadi tidak terbaca.
Tabel konversi KB, MB, dan GB
| Satuan | Setara dengan | Jumlah byte |
|---|---|---|
| 1 KB | 1.000 byte | 1.000 |
| 1 MB | 1.000 KB | 1.000.000 |
| 1 GB | 1.000 MB | 1.000.000.000 |
Urutannya byte, lalu KB, lalu MB, lalu GB, masing-masing naik seribu kali lipat. Jadi 500 KB sama dengan 0,5 MB; 2.000 KB sama dengan 2 MB; dan 1 GB sama dengan satu juta KB. Kalau pengumuman menulis batas 2 MB, berkas Anda boleh sampai sekitar 2.000 KB. Kalau batasnya 300 KB, itu 0,3 MB, jauh di bawah satu megabita.
KB dan MB apakah sama, dan kenapa angka di HP berbeda dari di laptop
KB dan MB bukan satuan yang sama, dan ada alasan teknis kenapa berkas yang sama persis bisa tertulis 2,00 MB di satu tempat dan 1,91 MB di tempat lain. NIST, lembaga standar dan teknologi Amerika Serikat, menerbitkan halaman khusus tentang prefiks biner. Di sana tertulis bahwa satu megabyte adalah 1.000.000 byte, sedangkan satu mebibyte adalah 1.048.576 byte; satu gigabyte 1.000.000.000 byte, sedangkan satu gibibyte 1.073.741.824 byte. Nama kibi, mebi, dan gibi itu disahkan IEC pada Desember 1998 dan masuk ke standar IEC 60027-2 edisi kedua.
Masalahnya, sebagian sistem tetap memakai label MB padahal yang dihitung adalah 1.048.576 byte. Windows melakukan itu; macOS dan sebagian besar HP menampilkan angka desimal. Karena itu berkas berisi 2.000.000 byte terbaca 2 MB di HP Anda dan sekitar 1,91 MB di File Explorer. Berkasnya tidak berubah, hanya pembaginya yang berbeda.
Untuk Anda yang sedang mengunggah, dampaknya cuma satu: jangan membidik tepat di angka batas. Kotak unggah tidak selalu memakai patokan yang sama, ada yang menghitung 200 kali 1.000 byte dan ada yang 200 kali 1.024 byte. Selisihnya sekitar 2,4 persen, kecil, tetapi cukup untuk membuat berkas 201 KB ditolak. Bidik 180 sampai 190 KB untuk batas 200 KB, dan sekitar 1,8 MB untuk batas 2 MB.
Ukuran wajar untuk berkas yang sering diminta
Untuk pendaftaran CASN, halaman FAQ SSCASN di situs BKN menuliskan batas unggahnya secara eksplisit:
- Scan pas foto berlatar belakang merah: maksimal 200 KB, tipe jpeg atau jpg.
- Scan swafoto: maksimal 200 KB, tipe jpeg atau jpg.
- Scan KTP: maksimal 200 KB, tipe jpeg atau jpg.
- Scan ijazah beserta Serdik atau STR: maksimal 800 KB, tipe pdf.
- Scan transkrip nilai: maksimal 500 KB, tipe pdf.
Halaman yang sama memberi catatan yang jangan Anda lewatkan: syarat unggah dokumen berbeda-beda berdasarkan persyaratan dari masing-masing instansi. Jadi pakai daftar di atas sebagai gambaran, bukan patokan final. Batas yang berlaku untuk Anda ada di pengumuman instansi yang Anda lamar, dan angkanya bisa berubah tiap periode. Selalu buka pengumumannya sebelum mulai mengompres.
Di luar itu, kisaran praktisnya begini. CV dalam PDF sebaiknya di bawah 1 MB supaya tidak tertahan sistem rekrutmen dan cepat dibuka perekrut. Untuk lampiran email, halaman bantuan Gmail menyebut batas 25 MB untuk akun Gmail pribadi, dan berkas yang lebih besar otomatis diganti menjadi tautan Google Drive. Untuk video tidak ada angka umum sama sekali; ukurannya tergantung durasi, resolusi, dan platform tujuan, jadi cek dulu batas di formulir atau aplikasi yang Anda pakai.
Kenapa ukuran berkas berubah saat dipindahkan atau dikirim lewat WhatsApp
Foto 4 MB dari kamera HP bisa tiba di HP teman sebagai berkas 180 KB. Yang terjadi bukan keajaiban: WhatsApp mengompres ulang foto dan video yang dikirim sebagai media biasa. Kalau Anda butuh berkas aslinya, misalnya untuk diunggah ke portal lamaran, kirim lewat opsi dokumen, bukan lewat galeri. Hal serupa terjadi saat foto diunggah ke media sosial, ditempel ke dokumen daring, atau Anda tangkap layar: yang Anda pegang setelah itu adalah versi baru dengan ukuran, dan sering kali resolusi, yang berbeda.
Kebalikannya juga ada. Menyalin berkas ke flashdisk atau kartu memori tidak mengubah isinya, tetapi angka ukuran di disk bisa terlihat lebih besar karena sistem berkas mengalokasikan ruang per blok. Yang dibaca kotak unggah selalu ukuran berkasnya, bukan ukuran di disk.
Mengganti nama .jpg menjadi .pdf tidak mengubah isi berkas
Ini kesalahan yang paling sering membuat unggahan gagal. Mengganti nama ktp.jpg menjadi ktp.pdf hanya mengubah label setelah titik; isi berkasnya tetap JPEG. Sistem unggah membaca byte pertama berkas, bukan namanya, jadi berkas itu ditolak sebagai PDF rusak, atau lolos unggah lalu gugur saat verifikasi berkas. Hal yang sama berlaku untuk mengganti .heic menjadi .jpg. Supaya formatnya benar-benar berubah, berkasnya harus dikonversi, misalnya lewat JPG ke PDF. Kalau beberapa lembar scan harus digabung jadi satu PDF di bawah setengah megabita, mulailah dari foto ke PDF 500 KB.
Cara menargetkan ukuran tertentu
Kalau yang Anda butuhkan adalah angka, bukan teori, pilih alat yang targetnya sudah tertulis di judulnya, lalu biarkan alat itu mencari tingkat kualitas yang pas:
- Pas foto, swafoto, atau scan KTP untuk batas 200 KB: kompres foto 200 KB.
- Portal yang batasnya lebih ketat: kompres foto 100 KB.
- CV, ijazah, atau transkrip dalam PDF: kompres PDF 1 MB.
- Video untuk formulir atau pengiriman pesan: kompres video 10 MB.
Semuanya berjalan di peramban Anda dan berkasnya tidak diunggah ke server mana pun. Alat-alat ini memotong, mengubah ukuran, mengonversi, dan mengompres; tidak ada yang mengubah isi gambar, mengganti latar belakang, atau memperhalus wajah. Untuk pas foto, cara yang benar adalah memotret ulang di depan tembok polos dengan cahaya rata, karena instansi menolak foto yang tampak diedit.
Sampai seberapa kecil sebelum dokumen jadi tidak terbaca
Ada batas praktisnya. Untuk scan yang berisi teks, keterbacaan lebih ditentukan resolusi daripada tingkat kompresi: begitu sisi panjang gambar diturunkan terlalu jauh, huruf dan angka mulai pecah. Urutan yang aman adalah memotong dulu bagian kosong di tepi scan, lalu menurunkan resolusi secukupnya, baru mengompres. Kalau hasil 200 KB sudah membuat NIK atau angka nilai sulit dibaca, scan ulang dengan cahaya lebih baik dan kamera yang stabil; hasil yang tajam selalu lebih mudah dikompres daripada hasil buram.
Terakhir, tidak ada alat yang bisa menjamin berkas Anda diterima. Keputusan itu ada di tangan verifikator instansi. Yang bisa Anda kendalikan hanya tiga hal: formatnya benar, ukurannya di bawah batas yang tertulis di pengumuman, dan dokumennya masih terbaca jelas.